Kapal LCT Bermuatan Perlengkapan Tambang Emas PT. BSI Kandas, Keamanan Diperketat

Banyuwangi Radarbesuki.com – Kapal landing Craff Tank (LCT) yang diduga mengangkut perlengkapan tambang milik PT Bumi Suksesindo (BSI), hingga Senin (27/08), belum juga bisa dievakuasi dari Kawasan Perairan Selatan Sembulungan, Alas Purwo, Tegal Dlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Kapal naas tersebut kandas saat perjalanan menuju Dusun Pancer, Pesanggaran, Jumat (10/08) dua pekan lalu, setelah dihantam gelombang besar. Beruntung, dalam peristiwa itu tidak sampai ada korban jiwa. Hampir seluruh Anak Buah Kapal (ABK) kapal naas itu selamat dan berhasil dievakuasi.

Tim SAR yang dipimpin langsung Komandan Pangkalan AL (Dan Lanal) Banyuwangi, Letkol (Laut) Suhartaya, dengan dibantu petugas Satpolair dan dinas terkait, berhasil memgevakuasi seluruh kru kapal yang ada.

Namun Tim SAR kesulitan untuk mengevakuasi muatan yang diduga perlengkapan pertambangan milik PT BSI, perusahaan tambang yang sedang mengeksploitasi kandungan emas di Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) di Desa Sumberagung, Pesanggaran.

‘’Kami masih kesulitan untuk mengevakuasi kapal tersebut karena hingga kini ombak di kawasan cukup besar, namun alhamdulilah seluruh awak kapal selamat dan berhasil di evakuasi, sementara owner PT. BSI juga meminta bantuan pengamanan kepada TNI AL surabaya, ’ papar Suhartaya ketika dikonfirmasi beberapa media via telepon Senin (27/08).

Menurut Suhartaya, Kapal LCT itu kandas dalam perjalanan menuju PT BSI, akibat cuaca buruk dan hantaman gelombang besar.

‘’Untuk proses evakuasi kami menunggu cuaca membaik. Sebab dengan kondisi cuaca seperti sekarang sulit karena berbahaya, dan masih menunggu perijinan,” ungkapnya.

Seperti diketahui PT BSI sendiri merupakan anak perusahaan satu-satunya dari PT. Merdeka Copper Gold yang telah produksi sejak tahun 2017. Bahkan tahun 2018 ini perusahaan yang salah satu pemilik sahamnya adalah Sandiaga Uno itu mampu meraup laba bersih sebesar 43,1 juta Dollar AS.

Kendati mampu meraup laba bersih puluhan juta Dollar Amerika, namun PT Merdeka Copper Gold, belum membagikan deviden kepada rakyat Banyuwangi.

Sementara itu T. Mufizar Mahmud, Manager Corporate Comunication PT BSI ketika dikonfirmasi beberapa media Senin (27/08), Melalui tlp dan WA cuma di Baca dan tidak Menjawab. Dan konfirmasi melalui WA Mukid selaku Staff Humas PT BSI Jawabannya bukan Levelnya bila kapal LCT yang kandas di Perairan Selatan Sembulungan Tegaldlimo itu, mengangkut perlengkapan tambang milik perusahaannya. “Kalau kapal itu sewa, jadi konfirmasi aja dengan pemilik kapal.

@dony

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *