PT PNM GELAR PROGRAM PKU DI BELIMBING SARI

Banyuwangi Radarbesuki.com – PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak di bidang jasa pembiyaan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) menggelar Program Pengembangan Kapasitas Usaha sinergi nasabah UlaMM dan MEKAAR, Senin (14/8/2018) di Balai Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepala Divisi Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) – PNM Pusat, Yuyun Wahyudin menjelaskan program PKU adalah sinergi antara nasabah UlaMM dan nasabah MEKAAR.”Kegiatan kali ini khusus pengrajin gula merah yang ada di wilayah Kecamatan Blimbingsari dan sekitarnya” terangnya.

Pada acara tersebut hadir narasumber Purnomo, praktisi dan pemerhati gula merah dan produksi gula semut di Yogjakarta. Peserta yang di perkirakan hanya 100 pelaku UMKM, bisa melebihi hingga 200 pelaku UMKM dari Kecamatan Blimbingsari dan disekitarnya. Betema Sinergi ULAMM dan MEKAAR ini akan digelar selama 3 hari bekerjasama dengan Dinkes dan Dinas Perdagangan.

BACA :  Tambang Tumpangpitu Produksi Bijih Emas 4 Ton Dalam Setahun

Menurut Yuyun, mengapa kegiatan sosialisasi yang diadakan PT. PNM (persero) bekerjasama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, itu untuk meningkatkan kwalitas dan mutu, khususnya produsen gula merah. “Para pengerajin gula yang selama ini melakukan kegiatan, kadang kadang tidak sesuai aturan standar kesehatan,” ujar Yuyun.

Ia mengatakan, perlunya pemahaman pembuatan gula merah yang benar dan sehat, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi UKM itu. Menurut Yuyun MEKAAR itu sendiri adalah binaan dari PNM khusus untuk ibu- ibu prasejahtera.

Sedangkan untuk UlaMM adalah UKM yang tingkat bisnisnya telah mencapai menengah keatas, sehingga nasabah Mekaar sebagai produsen dapat bersenergi dengan nasabah ULAMM sebagai pengukur.
Menurut Kepala PKU PNM ini, perbedaan BUMN lainya dengan Permodalan Nasional Madani (PNM), selain diberikan modal usaha mereka juga akan mendapat pendampingan pelatihan, serta akses pasarnya bagi para UKM.

“Untuk program Mekaar yang prasejahtera pinjaman modal usaha UKM tidak menggunakan agunan, karena plafomnya dibatasi kisaran dua hingga tiga juta, sedangkan untuk nasabah Ulamm wajib mengunakan jaminan karena plafomnya kisaran 50 juta hingga 1 miliar.” tuturnya.

Sementara itu pimpinan cabang PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) persero cabang Banyuwangi Budi Susilo, SE mengatakan untuk Kabupaten Banyuwangi saat ini telah memiliki 10 unit ULAMM, di Banyuwangi Kota, Kalipuro, Gendoh, Genteng, Jajag, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Srono dan terakhir Sumberberas Muncar. Sedangkan untuk Mekaar telah memiliki 14 cabang dengan masing masing kelompok.

Budi mengatakan, PNM di Banyuwangi memiliki 2 divisi, yaitu Divisi Ulamm, nasabah individu dan Divisi MEKKAR (Membina Ekonomi Sejahtera) adalah nasabah kelompok ibu – ibu prasejahtera. “Satu kelompok Mekaar terdiri dari 1 hingga 20 orang, dengan pembiayaan perorang 2 juta,” pungkas Budi.

Sekadar diketahui, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau disingkat PNM adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang jasa keuangan. PNM didirikan oleh pemerintah melalui PP RI No. 38/99 tanggal 29 Mei 1999 yang kemudian disahkan oleh peraturan Menteri Kehakiman RI No C-11.609.HT.01.TH.99 tanggal 23 Juni 1999.

Pendirian PNM kemudian dikukuhkan lewat SK Menteri Keuangan RI No 487/KMK.017/1999, tanggal 13 Oktober 1999, yang menunjuk PNM sebagai BUMN Koordinator Penyalur Kredit Program eks Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI).

ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) didirikan dengan maksud dan tujuan dalam rangka memberdayakan Usaha Mikro dan Kecil melalui layanan Jasa Pembiayaan dan Jasa Manajemen. Mekaar adalah kelompok usaha ibu ibu pra sejahtera, mitra dari Ulamm. Sejak berdirinya PT PNM dijalan Gelora rt 02/02pada 2015, PT PNM telah memliliki 238 Cabang diseluruh Indonesia.

@dhoni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *