Komavision Gandeng Polres dan Lapas Gelar Sosialisasi Anti Narkoba

Banyuwangi Radarbesuki.com – Komunitas wartawan Koran, Majalah, Televisi dan Online (Koma Vision) bersama Polres Banyuwangi menggelar acara Sosialisasi Anti Narkoba dan HIV atau AIDS bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banyuwangi.

Ribuan warga binaan Lapas Kelas IIB Banyuwangi berjoget riang di depan panggung. Mereka mengikuti irama lagu iringan Kapok Band, yang personelnya juga warga binaan Lapas Banyuwangi

Acara yang digelar di lapangan Lapas Kelas II B Banyuwangi, Sabtu (11/08/2018) tersebut, di hadiri oleh Wakapolres Banyuwangi Kompol Oskar Syamsudin, Kasat Resnarkoba Polres Banyuwangi AKP. M. Indra Nadjib selaku nara sumber, Manager Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi Erna Agustina selaku nara sumber, Perwakilan Danlanal, Dandim 0825, serta Polsek Banyuwangi.

Selain diikuti oleh Ribuan warga binaan Lapas Banyuwangi, acara tersebut juga diikuti oleh Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Banyuwangi, dan puluhan pelajar SMA – SMK di Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Kompol Oskar Syamsudin mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan suatu hal yang baik untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

“Kita yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dan setelah tahu kita sebarluaskan kepada keluarga, rekan dan sahabat, agar tidak ada lagi saudara kita yang terlibat narkoba”, ujar Kompol Oskar.

Sementara, AKP. M. Indra Nadjib dalam paparannya mengatakan, sosialisi narkoba ini gencar dilaksanakan karena biar masyarakat dan warga binaan tahu, narkoba ini berasal dari mana, dan untuk merusak siapa.

“Kita nggak boleh berpikiran pendek, barang-barang ini masuknya dari luar, lalu dikonsumsi oleh kita, beredar melalui masyarakat dan kurir-kurir dari negara lain,” ucap AKP. M. Indra.

Menurutnya, narkoba jenis shabu, kokain, ekstasi, dan sebagainya merupakan beberapa contoh jenis narkoba dari luar. Memang ada yang diproduksi didalam negeri, semuanya semata-mata hanya untuk kesehatan, penyembuhan dan ilmiah. Namun hal itu disalahgunakan.

“Buat warga binaan yang menjalani hukuman saya harap nanti setelah kembali ke keluarga masing-masing bisa bersih dan jangan mencoba kembali. Dan bagi yang lain belum pernah, jangan sekali-sekali mencoba, khususnya pelajar dan mahasiswa yang hadir disini”, ungkapnya.

Sedangkan, Erna Agustin dalam keterangannya mengatakan, jumlah penderita HIV atau AIDS di Banyuwangi saat ini sebanyak 3603 orang. HIV AIDS menularnya dari hubungan seksual secara bergantian, jarum suntik yang tidak steril, narkoba dan ibu mengandung yang pengidap positif HIV AIDS.

“Di Indonesia penularan terbesar HIV AIDS yaitu dari hubungan sex, kedua narkoba melalui jarum suntik,” kata Erna.

Bukan hanya jarum suntik, penularan HIV AIDS bisa juga dari jarum tindik. Namun penderita HIV AIDS tidak akan menularkan begitu saja melalui makanan, meskipun makanan tersebut dimasak oleh penderita HIV AIDS tersebut.

@dony

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *